Tuesday, 5 June 2018

TRAH311

TRAH PB/BIOLA X BIOLA/PB

 NO. RING_WARNA RING_INDUKAN_TANGGAL MENETAS





087 RING KLI BIRU PB SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 311 280917
088 RING KLI BIRU PB SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 280917
092 RING KLI BIRU PB SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 101017
114-5069 RING KLI BIRU PB SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 101017
5078 RING KLI BIRU SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 101017
5079 RING KLI BIRU SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 101017
5069 RING KLI BIRU PB SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 311 071117
5200 RING KLI BIRU PB SPLIT BIO X BIO SPLIT PB 311 300118

5295 anakan 311 230418

TRAH119 SPLIT BIOLA X COBALT FISCERI

TRAH ANAKAN 119
5290 anakan 119 201418
5352 ankan 119-120618
5353 ankan 119-120618
5397 anakan 119 230718

TRAH213 SPLIT BIO/POS VIO X DARK BLUE

TRAH 213
5289 anakan 213 230418
5370 anakan 213 260618
5378 anakan 213 260618
5404 anakan 213 310718
5408 anakna 213 311018
5404 anakan 213 310718
5408 anakna 213 311018
5425 anakan 213 310718

TRAH 117 COBALT FIS X EUWING GREEN HILTON

TRAH 117 COBALT FIS X EUWING GREEN
5332 anakan 117 200518
2 ekor non ring biru 117 200518
5317 anakan 117 200518
========================================
PRESTASI TRAH 117 HILTON



5438 anakaN 117 250818

Monday, 4 June 2018

MENGATASI EMBRIO MATI DALAM TELUR


 MENGATASI EMBRIO MATI DALAM TELUR
OLEH DENNY DEKA KORWIL KLI PURWASUKA



 
  
*Dead in Shell (DIS) – Embrio mati dalam cangkang*
Dari berbagai sumber.
Apa yang menjadi penyebab embrio mati dalam cangkang, padahal embrio tersebut sudah berbentuk sempurna?
Dead in Shell (DIS) atau embrio mati dalam cangkang bisa disebabkan oleh banyak hal antara lain:
*1. Kelembaban*. Tingkat kelembaban yang ideal adalah 60% hingga 65%. Kelembaban yang terlalu rendah akan membuat membran mengkerut sehingga embrio seolah oleh terbungkus ketat oleh plastik dan tidak bisa bernafas. Kelembaban yang terlalu tinggi juga merupakan masalah karena bisa membuat embrio “tenggelam” dalam “kantong udara”. Kalaupun menetas, biasanya anakan burung terlihat terlihat lebih besar karena terjadi “pembengkakan”.
*2. Temperatur.* Idealnya, temperatur berkisar antara 37° hingga 39°C. Temperatur yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa menyebabkan DIS.
*3. Mal-nutrisi.* Terlihat sepele tapi mal-nutrisi pada indukan juga bisa menyebabkan terjadinya DIS. Indukan yang mendapatkan nutrisi yang cukup akan menghasilkan telor yang sehat dan mengandung nutrisi yang cukup untuk perkembangan embrio. Kuning telor yang merupakan makanan embrio selama berada dalam telor mengandung banyak nutrisi dan harus mencukupi kebutuhan embrio. Berikut adalah efek dari kekurangan beberapa nutrisi yang diperlukan oleh embrio:
- Vit A: embrio mati setelah sekitar 48 jam inkubasi karena tidak bisa berkembang.
- Vit D: embrio mati setelah 18 – 19 hari inkubasi karena tulang dan paruh tidak berkembang dengan baik.
- Vit E: embrio mati setelah 84 – 96 jam inkubasi karena pendarahan.
- Vit B2: embrio mati setelah 60 jam, 14 hari dan 20 hari setelah inkubasi karena tidak berkembang dengan
baik
- Biotin: embrio mati setelah 19 – 21 hari inkubasi karena cacat tulang
- Vit B12: embrio mati setelah 20 hari inkubasi karena pendarahan dan kerusakan jaringan, pembengkakan
organ tubuh dan pendarahan.
- Seng: embrio mati sebelum berkembang karena organ tidak tumbuh sebagaimana mestinya
- Yodium: embrio mati karena ukuran tiroid mengecil dan waktu penetasan yang melebihi batas normal.
- Besi: embrio mati karena haegmolobin yang rendah sehingga oksigen tidak sampai ke paru paru.
*4. Kebersihan kandang dan sarang.* Kandang dan sarang yang tidak bersih bisa menyebabkan terjadinya infeksi oleh bakteri maupun virus.
*5. Kelebihan kalsium.* Kelebihan kalsium membuat cangkang telor mengeras dan sulit dipecahkan oleh embrio pada waktunya.
*6. Mutasi.* Ada beberapa mutasi yang menyebabkan kondisi burung menjadi lemah dan tidak terkucuali embrio nya. Contoh : pale fallow. Untuk jenis mutasi yang membuat kondisi burung menjadi lemah, anda bisa menyilangkannya dengan jenis wild type (wild form, wild colour atau apapun istilahnya) dan kemudian anda bisa mengembangkannya lewat “burung split” yang dihasilkan.
*7. Inbreed.* Pada beberapa kasus inbreed juga bisa menjadi penyebab DIS karena adanya lethal factor.
*8. Tingkat kedewasaan burung.* Burung yang berumur dibawah satu tahun secara umum belum matang secara seksual.
*9. Pengeraman yang tidak sempurna.* Umumnya terjadi pada burung yang baru pertama kali mengeram. Selain itu pemilihan bahan sarang juga kadang berpengaruh.
Dalam beternak burung, sebaiknya jangan memforsir burung anda karena burung anda bukan mesin. Sebaiknya setelah 2 atau maksimum 3 kali masa pengeraman, istirahatkan burung anda minimal untuk 1 atau 2 periode. Sederhananya begini, setelah tiga kali bawa anak, satu kali istirataht. Jika satu periode bawa anak = 3 bulan, maka dalam satu tahun maksimal hanya diternak sebanyak tiga kali (3x3 = 9 bulan) dan istirahat satu kali (1x3= 3 bulan).
Ben KLI



Sunday, 3 June 2018

TRAH419 SPLIT X TRAH

 TRAH419 SPLIT X TRAH


 NO RING_WARNA RING_INDUKAN_TANGGAL MENETAS


5077 RING KLI BIRU SPLIT BIO/MOUVE X BLUE 419 221017
5174 RING KLI BIRU SPLIT BIO/MOUVE X BLUE 419 210118
5175 RING KLI BIRU SPLIT BIO/MOUVE X BLUE 419 210118
5190 RING KLI BIRU SPLIT BIO/MOUVE X BLUE 419 280118 

5214 anakan 419 220218
5233 anakan 419 split x cobal 100318
5275 anakan 419 120418
5335 anakan 419 290518
5339 anakan 419 290518 SOLD BEWOK

Thursday, 24 May 2018

HILAL EUWING G X EUWING B


024 RING ABF TANGERANG BIRU EWING G X EWING B 130317
030 RING ABF TANGERANG BIRU EWING G X EWING B 150417
031 RING ABF TANGERANG BIRU EWING G X EWING B 150417
034 RING ABF TANGERANG BIRU EWING G X EWING B 150417

DAFTAR JUARA KOPDAR FIGHTER JILID VIII KARAWANG

DAFTAR JUARA KOPDAR FIGHTER JILID VIII   KARAWANG LAPANGAN HAW-HAW BERKICAU ...